Advertorial

Dinas PPPA Wajo Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

Foto : Dari kiri ke kanan Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Andi Satriani, SKM,M.Kes, Kadis PPPA Wajo Dra. Irawati perkesi, M.Si, Ketua Panitia Hj.Andi Nurjenni Mumtaz,S.Sos

HALOSULSEL.COM, WAJO — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Wajo menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA).

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 16 sampai dengan 17 Oktober 2018 di Aula RM, Glory Sengkang, menghadirkan narasumber yakni, Kepala Dinas PPPA Wajo Dra. Irawati perkesi, M.Si, Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3A Provinsi Sulsel, Nuranti, SE,MT dan Kasi Perlindungan Khusus Anak Andi Nurseha, SKM, M.Kes.

Bupati Wajo yang diwakili Staf Ahli bidang Kemasyarakatan, Drs. Herman menjelaskan, kabupaten/kota layak anak (KLA) diinisiasi sebagai tindak lanjut konvensi hak anak. Dalam kebijakannya, KLA menjadi upaya pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat implementasi konvensi hak anak dari kerangka hukum kedalam defenisi, startegi, dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan, kelembagaan, program dan kegiatan pembangunan yang ditujukan untuk pemenuhan hak-hak anak pada suatu wilayah kabupaten/kota.

Ketgam : Peserta pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Wajo.

“Keberhasilan dan keberlanjutan dari program pengembangan KLA tidak terlepas dari keterlibatan empat pilar penting yaitu, pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat dan media,” jelasnya.

Herman mengungkapkan, kalau Kabupaten Wajo telah dua kali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2017 dan 2018.

“Hal tersebut merupakan salah-satu tolok ukur dan wujud komitmen Pemkab Wajo bersama seluruh elemen dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak sehingga tujuan akhir yang hendak dicapai pada tahun 2030 Indonesia telah mencapai Kondisi Indonesia Layak Anak (Idola),” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Andi Satriani, SKM,M.Kes mengatakan, tujuan pelatihan ini, untuk meningkatkan kapasitas SDM yang mampu mengimplementasikan subtansi konvensi hak anak kedalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.

“Saya harapkan melalui pelatihan ini akan membangun komitmen bersama untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak dalam rangka menuju Kabupaten layak Anak,” imbuhnya.

Ketua Panitia Hj. Andi Nurjenni Mumtaz,S.Sos menambahkan, pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh OPD/lembaga terkait seperti BPBD, Dishub, Dinkes, LBH dan dari Dinas Pendidikan serta guru guru dari tingkat PAUD/TK, SD dan SMP yang telah inisiasi menuju Sekolah Ramah Anak.(Adv)

Laporan : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange