halohot

Gunung Pude Longsor, Belawae Sidrap Dilanda Banjir Bandang

Foto: Nampak warga menyingkirkan tumpakan sampah dan kayu yang terbawah arus banjir akibat luapan sungai Pure Sidrap

HALOSULSEL.COM, SIDRAP — Akibat curah hujan yang tinggi, Gunung Pude  yang merupakan area pekebunan cengkeh di Desa Belawae Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap  longsor.

Tak hanya longsor hujan juga pemukiman warga di Desa Belawae Sidrap dan Jauh Pandang Kabupaten Wajo juga terendam banjir bandang akibat luapan sungai Belawae.

Informasi yang dihimpun halosulsel.com, banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba yang melanda kedua desa bertetangga tersebut ,terjadi pada Senin dini hari (19/08/2019) sekitar pukul 03.30 Wita.

Babinsa Desa Belawa, Kecamatan Pituriase Pelda Muhammad Yunus yang dihubungi via handphone selulernya mengatakan, saat ini sedang berada di lokasi banjir bandang bersama petugas gabungan untuk membantu mengevakuasi warga.

“Ada sekitar 70 KK di Desa Belawae yang rumahnya rendam banjir, Air bercampur lumpur masuk di rumah warga. Ketinggian air mencapai 50 cm – 1meter,” ungkapnya Muh Yunus.

Lanjut Muh Yunus, selain pemukiman warga sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam banjir, diantaranya sekolah dasar (SD), masjid, lapangan sepak bola.

“Tidak korban jiwa, kerugian materi cukup banyak karena sejumlah motor, tv dan perabot rumah tangga warga ikut terendam banjir,” jelasnya.

Andi Sulolipu, salah satu warga Belawae  yang terkena dampak banjir mengungkapkan, selama dua hari terakhir curah hujan di hulu sungai Belawae sangat tinggi yang mengakibatkan adanya longsor di beberapa  titik diarea perkebunan cengkeh di Gunung Pude.

“Ada ratusan pohon cengkeh petani di wilayah Gunung Pude terbawah longsor masuk ke hulu sungai Belawae yang mengakibatkan sungai meluap,” kata Andi.(Busyairi)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange