Halo Daerah

Harga Cengkeh Anjlok, APPCI Wajo Minta Pemerintah Tutup Impor Cengkeh

Foto: Ketua APPCI Kabupaten Wajo, Elfrianto ST

HALOSULSEL.COM, WAJO — Anjloknya harga cengkeh saat ini dinilai akibat dari penghentian pembelian cengkeh oleh beberapa perusahaan pabrikan, naiknya pajak cukai dan pemerintah membuka import cengkeh.

Imbas itu semua petani cengkeh mengalami kerugian, ditambah lagi biaya produksi petani yang tinggi seperti biaya pemetikan, konsumsi pemetik, biaya pemeliharaan, dan biaya transportasi.

Apabila situasi ini terjadi cukup lama bisa mengancam kelangsungan komoditas cengkeh di Indonesia. Apalagi jika biaya produksi yang tinggi dari pada pendapatan, bisa saja petani cengkeh beralih kemata pencarian lain dan  tanaman cengkeh tergantikan dengan tanaman lain yang lebih menjanjikan.

Padahal diketahui, komoditas cengkeh merupakan komoditas padat kerja dan komoditas ini salah satu pendapatan utama masyarakat, apabila harga cengkeh murah maka juga mempengaruhi perputaran ekonomi atau pertumbuhan ekonomi. Karena bagaimana masyarakat mau belanja kalau sumbernya murah.

Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Pedagang dan Petani Cengkeh (APPCI)nanggapien Wajo Elfrianto menghimbau kepada petani untuk tidak menjual cengkeh keseluruhan di tahun 2019.

Alasannya, karena diawal tahun komoditas cengkeh dipasaran sudah mulai menipis dan diprediksikan akan terjadi kekosongan cengkeh. Oleh karena itu petani dapat menyimpan hasil cengkehnya agar supaya di tahun depan masih bisa dijual dengan harga yang tinggi.

“Petani saat ini sebaiknya tidak menjual seluruh cengkeh yang ada, cukup untuk kebutuhan yang mendesak saja. Karena diawal tahun 2020 nanti, pabrikan akan melakukan pembelian cengkeh dan harga pasti akan naik, harapan bisa mencapai 100 ribu per kilonya,” ujar Elfrianto, Selasa (5/11/2019).

Elfrianto yang juga merupakan salah satu Anggota DPRD Kabupaten Wajo meminta kepada pemerintah Kabupaten Wajo dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan perhatian yang tinggi kepada petani cengkeh dan meminta ketegasan kepada Menteri Perdagangan untuk mencabut atau menutup import cengkeh di seluruh Indonesia.

“Pemerintah jangan menganaktirikan petani cengkeh berikanlah perhatian yang tinggi. Perlu diketahui import cengkeh sangat mengguncang pendapatan ekonomi bagi petani cengkeh di seluruh indonesia. Bagaimana mungkin Indonesia membuka import, sementara produksi dalam negeri sangat mencukupi. Saat ini Indonesia merupakan penghasil cengkeh terbesar di dunia dan juga kualitas nomor satu di dunia. Kenapa harus import,” tagasnya. (*/Rls).

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange