Halo Daerah

Ingin Lihat Wajo Berkembang, Amran Mahmud Berguru ke Walikota Surabaya

HALOSULSEL.COM, WAJO — Bupati Wajo Terpilih Amran Mahmud berkunjung ke Kota Surabaya menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini, di Ruang Kerja Walikota Surabaya, Rabu (12/12/2018).

Kedatangan pasangan Amran SE ke Kota Surabaya untuk belajar bagaimana kota tersebut bisa maju pesat sejak dipimpin Risma.

Dalam pertemuan itu, Amran Mahmud tampak serius berdiskusi dengan Risma. Banyak hal penting yang disampaikan Risma menjawab sejumlah pertanyaan termasuk bagaimana mengelola perkampungan nelayan, mengelola banjir dan kemacetan, hingga keberhasilannya menekan angka kemiskinan yang kini tersisa hanya lima persen.

Menariknya, hampir semua beban tanggung jawab itu ditangani dengan memanfaatkan teknologi.

“Surabaya tidak punya cukup orang untuk menangani semua persoalan itu dengan cara konvensional. Perizinan saja rata-rata seribu lebih per hari,” kata Risma.

Namun yang paling penting, lanjut Risma, semua orang, terutama aparatur harus punya pemahaman yang sama bahwa dia punya tanggung jawab yang sama dengan aparatur lainnya. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain.

Dulu, cerita Risma, saat ia masih Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Setdakot Surabaya, sering ia dengar teman-temannya mengajukan pindah ke PU atau Dispenda. Tapi sekarang ketika ia menjadi Walikota, belum pernah ia menerima pengajuan pindah stafnya.

“Karena mereka memang saya buat menjadi penting. Mereka nyaman. Kinerja mereka terukur, saya beri target dan tentu saya motivasi,” ujarnya.

Dari penjelasan itu, Amran Mahmud mengaku mendapatkan inspirasi pembangunan dan tata kelola pemerintahan yang ada di Surabaya, dan berharap kedepan juga bisa melihat Wajo berkembang.

“Alhamdulillah, setelah banyak berdiskusi dengan ibu Risma, tentunya ini menjadi spirit kami untuk bekerja dan membangun kabupaten Wajo. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Wajo,” ungkap suami Hj Sitti Maryam ini.

Pada kesempatan itu Amran Mahmud Juga berkesempatan melakukan peninjauan ke Mall Pelayanan Publik di mana seluruh institusi pelayanan (pemda maupun di luar pemda) ditempatkan dalam satu gedung yang disebut dengan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA).

Laporan : Eko

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange