Halo Sulawesi

Mamasa Diguncang 14 Kali Gempa, BMKG Minta Masyarakat Tidak Panik

HALOSULSEL.COM, MAMASA — Gempa kembali mengguncan Sulbar. Kali ini terjadi di Mamasa sekira pukul 16.53 Wib, Rabu (7/11/18).

Gempa berkekuatan 5.2 skala rikter itu tidak berpotensi tsunami. Hal tersebut diungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Rahmat menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M5,0.

“Episenter gempa terletak di koordinat 2,91 LS dan 119,41 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah timur laut Kota Mamasa pada kedalaman 10 km,” ungkapnya.

Rahmat menambahkan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa merupakan jenis gempa dangkal dan diakibatkan aktivitas sesar lokal di bangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar geser (Strike-Slip Fault) “Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa ini adalah sesar saddang,” jelasnya.

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di Mamasa III-IV MMI, Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Pinrang, Enrekang dan Rantepao III MMI, Luwu dan Palopo dirasakan II MMI.

Selain itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Sebab, gempa bumi tersebut tidak menimbulkan tsunami.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” imbaunya.

“Hingga pukul 18.35 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 14 (empat belas) kali dengan magnitude terbesar M 4,2.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” lugas Rahmat.(int)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange