Halo Pendidikan

Menanjak Usia ke-58, Kwarcab Pramuka Wajo Masih Diselimuti Banyak Kekurangan

HALOSULSEL.COM, WAJO — Memasuki usia yang lebih setengah abad, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Wajo masih diselimuti banyak kekurangan guna mendukung aktivitas gerakan kepanduan di Bumi Lamadukkeleng ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Wajo, Drs Jasman Juanda, pada Apel Besar Hari Pramuka ke-58 yang digelar dia Lapangan Merdeka Sengkang, Selasa (20/08/2019).

Sejumlah kekurangan itu diantaranya, belum adanya Bumi Perkemahan yang representatif yang dikelola sendiri oleh Kwarcab Wajo guna menunjang pelaksanaan kegiatan di alam terbuka.

“Selain belum adanya Bumi Perkemahan yang representatif, pelayanan administrasi ke Pramukaan di Wajo, juga belum berjalan optimal,” curhat Jasman Juanda di depan Bupati dan Wakil Bupati Wajo yang turut hadir di Hari Apel Besar Pramuka.

Tidak hanya itu, Lanjut Jasman, Kantor Sekretariat Kwartir Cabang Wajo saat ini masih menggunakan gedung pinjaman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Itupun kata dia, kondisi gedungnya sangat menprihatinkan apalagi belum didukung oleh fungsi staf yang memadai.

Sementara untuk mencapai gugus depan yang berlokasi di pelosok pedesaan dan mobilisasi perkemahan, Kwartir Cabang Wajo juga ternyata belum memiliki kendaraan operasional.

“Kwarcab Wajo sangat membutuhkan perhatian,  karena selama ini disamping kita aktif melaksanakan kegiatan pembinaan kepramukaan dalam wilayah kerja Kwarcab Wajo, juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lainnya” harapnya.

Untuk diketahui hingga saat ini Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Wajo memiliki 14  Kwartir Ranting dengan jumlah gugus depan sebanyak 1054.

Sementara Bupati Wajo, Amran Mahmud dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Gerakan Pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional, sehingga penyelarasannya dengan jenjang pendidikan formal dan pendidikan non formal lainnya menjadi sangat penting.

Pun demikian dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang kini merupakan bagan dari program wajib belajar, belum sepenuhnya terakomodir dalam penjenjangan Gerakan Pramuka.

“Ini tentu menjadi perhatian pemerintah, termasuk segala kekurangan yang dimiliki Kwarcab Pramuka Wajo, tentu kita akan berusaha tutupi,” kata orang nomor satu Wajo ini, mengamini curhatan Ketua Kwarcab Pramuka Wajo. (Red)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange