Advertorial

Pasca Penanganan Korban Gempa di Posko Atakkae, Bupati Wajo Gelar Rapat Pertanggungjawaban dengan SKPD

Bupati Wajo, H A. Burhanuddin Unru didampingi Sekda Wajo H Amiruddin saat memimpin rapat pertanggungjawaban bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng.

HALOSULSEL.COM, WAJO – Bupati Wajo H. Andi Burhanuddin Unru, melakukan rapat Pertanggungjawaban barang logistik yang masuk di posko rumah Rumah Adat Atakkae pasca penanganan pengungsi eksodus korban gempa Sulawesi-Tengah. Selasa (17/10/18).

Pada rapat yang berlangsung di kantor rapat kantor bupati Wajo yang dihadiri oleh para kepala SKPD, Kepala Bagian di Setda Wajo dan juga Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin. Bupati Wajouasai agar semua barang yang masuk untuk di inventarisasi.

Senada, Sekda Wajo, H. Amiruddin, koordinator selaku Penanggung Jawab Posko, melaporkan bahwa mereka berusaha dan bertanggung jawab atas semua kegiatan yang ada di posko.

Ketgam: Suasana rapat pertanggungjawaban penanganan korban gempa dan tsunami Palu yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Wajo .

“Seperti pertanggung jawaban barang nantinya akan kita publiskan di media. Ini untuk menghindari hal-hal atau informasi yang kurang baik yang bisa berkembang dibelakangan hari,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kadis Sosial Kabupaten Wajo, Andi Ismirar Sentosa mengatakan telah menemukan bantuan dan juga menyalurkan langsung pada korban gempa di Palu.

“Kita hitung dan catat per item. Gunakan uang Anda dengan baik karena dapat di manfaatkan jika ada orang yang tiba-tiba tiba pada hari,” ungkapnya.

Lanjutnya semua warga yang masuk sudah diregistrasi dan diberikan pelayanan kesehatan dan diberikan pakaian layak pakai.

Jumlah eksodus Palu yang masuk di Posko Atakkae tambah Andi Ismirar, TID 87 orang selain 9 orang yang sebelumnya dari Makassar.

“Dan hampir tidak ada eksodus yang menginap di Posko Atakkae karena memang sudah ada keluarga mereka yang menjempunya. Dan proses juga berjalan lancar,” jelasnya.

Namun begitu kata-kata, untuk yang sebelumnya ditempatkan di Posko Atakkae tetap ada kontak dan komunikasi untuk menjaga jika ada hal yang tidak diinginkan di tempat keluarga yang di tuju.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Andi Darmansyah mengusul agar Posko Atakkae ditutup dan logistik masuk melaui satu pintu.

Menanggapi hal itu Sekda Wajo menggambarkan Bupati mengiyakan menutup posko hari ini dan semua bantuan logistik melalui satu pintu di Badan Penanggulangan Bencana. (Humas Pemkab Wajo)

Editor : Zasthya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange