Advertorial

Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Ancam Padi di Lajokka, Warga Ngadu ke Dewan

Foto: Puluhan warga yang menamakan diri gabungan petani Lajokka Kecamatan Tanasitolo beraspirasi di DPRD Wajo.

HALOSULSEL.COM, WAJO — Puluhan masyarakat asal Lajokka Desa Mannagae Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo, yang tergabung dalam Gabungan Tani se Lajokka mendatangi Kantor DPRD Wajo, Selasa (25/06/2019).

Para petani meminta klarifikasi terkait dengan adanya proyek pembangunan rehabilitasi saluran sekunder di Lajokka dan sekitarnya yang mengancam tanaman padi mereka.

“Kami dengar kabar, katanya saluran air yang ada sekarang akan dibongkar. Tapi yang masalahnya, kalau saluran air dibongkar sekarang, maka tanaman padi kami yang baru umur dua bulan akan mati kekeringan,” Ujar Rustam salah satu perwakilan petani Lajokka.

Lebih lanjut Rustam menyampaikan, jika saluran itu dibongkar petani di Lajokka juga akan merugi karena telah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Belum lagi ancaman hama tikus jika sawah kekeringan.

“Kami tidak menolak, tapi kami minta ditunda dulu sampai awal bulan 9. Karena padi kami sudah memasuki usia 2 bulan, dan butuh waktu 2 bulan lagi. Apalagi pekerjaan dimulai tanpa sosialisasi ke kami,”

Menanggapi hal itu Pihak Dinas PSDA Wajo menjelaskan berdasarkan hasil rapat petani, pemerintah dan pihak kontraktor, pekerjaan akan dimulai pada saluran bagian hilir yakni di daerah Loa.

“Jadi ada segmennya, kita akan mulai dari hilir kehulu. Dengan asumsi tidak merugikan petani, termasuk yang ada di Lajokka. Karena proyek ini juga dibatasi waktu. Seharusnya dikerja 11 bulan tapi hanya diberi wakti 7 bulan dan harus selesai bulan 12 tahun ini,” terang H Abbas, Staf Tehnik Dinas PSDA Wajo.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Wajo, Ir Junaedi Muhammad, meminta balai dan pihak pelaksana untuk konsisten dengan komitmen awal agar pekerjaan dimulai dari hilir.

“Awasi pekerjaan, jika ada keluhan segera laporkan ke kami. Hindari biaya penambahan petani,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Wajo, Ir H Sudirman Meru, meminta pada Balai dan Dinas PSDA Wajo untuk melakukan sosialisasi kembali pada masyarakat.

“Lakukan sosialisasi kembali, supaya informasi tidak sepotong-potong sampai ke masyarakat,” imbaunya.

Untuk diketahui pembangunan rehabilitasi jaringan sekunder adalah proyek Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Pembangunan tersebut mencakup15 desa dan 3 kelurahan di 3 kecamatan yakni, Kecamatan Tanasitolo, Maningpajo dan Belawa. Proyek tersebut dianggarkan sebesar Rp 23,4 Miliyar. (Adv Humas Protokoler DPRD Wajo)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange