Halo Polisi

STNK Mati Dua Tahun, Data Kendaraan Dihapus? Ini Penjelasan Kanit Regident Polres Wajo

Foto Ilustrasi

HALOSULSEL.COM, WAJO — Baru-baru ini ramai di sosial media soal pemberitaan penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor kalau tidak meregistrasi ulang 2 tahun setelah masa berlakunya habis.

Ternyata hal tersebut bukan hoax, hal itu benar adanya. Hanya saja untuk Sulawesi-Selatan belum diberlakukan.

Hal ini diungkapkan Kanit Regident Polres Wajo Iptu Ahmadin, saat bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan media online yang bertugas di Wajo, di Kantor LBH Bhakti Keadilan, Jl Bau Mahmud Sengkang.

Ketgam : Kanit Regident Polres Wajo Iptu Ahmadin saat bersilaturahmi dengan wartawan media online yang bertugas di Wajo, di Kantor LBH Bhakti Keadilan, Jl Bau Mahmud Sengkang.

Menurut Ahmadin, regulasi penghapusan kendaraan yang menunggak pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dua tahun sebenarnya telah tertuang dalam Undang-Undang  (UU) Nomor 22 Tahun 2009.

“Untuk di Jawa itu sudah berlaku di sebagian daerah. Di Wajo dan Sulsel belum,” kata Ahmadin.

Namun begitu, dia mengatakan regulasi penghapusan data kendaraan bagi yang menunggak pajak STNK dua tahun tetap akan diberlakukan karena itu kebijakan pemerintah.

“Untuk Sulsel kedepannya tetap akan kita berlakukan hanya waktunya belum ada ditentukan. Tapi tidak usah resah karena sebelum aturan ini kita berlakukan, tentu kita akan lakukan sosialisasi jauh-jauh hari sebelumnya,” terangnya.

Meski belum diberlakukan, Iptu Ahmadin tetap mewanti-wanti masyarakat untuk selalu memperhatikan pajak kendaraan. “Agar kedepannya tidak repot lagi ketika aturan ini diberlakukan,” tegasnya.

Dikutip dalam UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 74 ayat 2 menerangkan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor bisa saja dihapus dengan persyaratan tertentu.

“Penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilakukan jika:
a. Kendaraan Bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan atau
b. pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku STNK,” tulis pasal tersebut. (*)

Editor: Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange