Advertorial

Tanggapi Polemik Masjid Tua Tosora, Ini Penjelasan YBW ke DPRD Wajo

HALOSULSEL.COM, WAJO — Ketua Yayasan Budaya Wajo (YBW), Prof Dr Wahyuddin Latunreng mempresentasikan secara gamblang rencana pelestarian Masjid Tua Tosora sebagai cagar budaya Kabupaten Wajo didepan anggota Komisi IV DPRD Wajo.

Sebagai inisiator pelestarian kawasan situs cagar budaya Masjid Tua Tosora, Prof Dr Wahyuddin menyampaikan jika pada prinsipnya rencana pelestarian tersebut adalah sebuah niat baik oleh YWB untuk membangun kembali sisa-sisa kejayaan kerajaan Wajo yang berpusat di Tosora.

Penjelasan ini sekaligus menjawab sejumlah  polemik dan kritikan dari pemerhati budaya di Bumi Lamaddukelleng terhadap rencana rekonstruksi  dan renovasi Masjid Tua Tosora di Kecamatan Majauleng tersebut.

“Sebagai langkah selanjutnya, kita akan mempercepat proses penetapan situs tersebut menjadi cagar budaya kabupaten dengan SK Bupati Wajo berdasar rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang telah dibentuk oleh Bupati,” jelas Prof Dr Wahyuddin pada rapat kerja Komisi IV dengan mitra Dinas Pendudikan dan kebudayaan yang dihadiri pula oleh Yayasan Budaya Wajo (YBW), Senin (4/11/2019).

Selain itu lanjutnya, Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar juga akan menunjuk tenaga ahli (TA) untuk melakukan pengkajian secara ilmiah guna dijadikan rujukan pelestarian yang nantinya akan dikerjasamakan oleh pemerintah dengan pihak YBW.

Menggapi hal tersebut Sekertaris Komisi IV DPRD Wajo Muh Ridwan Angka menyampaikan rencana kerja sama pembangunan Masjid Tua Tosora harus mendapat persetujuan dari DPRD Wajo.

“Ini sesuai dengan amanat perundang-undangan yang berlaku,” imbaunya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Wajo, AD Mayang menyambut baik rencana pelestarian tersebut selama tidak melabrak regulasi.

“Makanya kami  Komisi IV mendorong Pemda Wajo untuk melengkapi MOU, setelah sudah ada penetapan dari SK dari Bupati berdasar rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya,” ujarnya.

Ketgam: Rapat kerja dengar pendapat Komisi IV DPRD Wajo dengan Yayasan Budaya Wajo (YBW) terkait rencana renovasi Masjid Tua Tosora. 

Apalagi kata dia berdasarkan penyampaian YBW rencana renovasi dan pelestarian tersebut tidak akan merombak masjid dari bentuk aslinya.

“Dirombak tidak, hanya pada bagian luarnya dibuatkan bangunan yang mirip dengan bentu aslinya. Dan mereka telah mengutus tim untuk melihat gambar asli Masjid Tua Tosora ini di Meseum Laiden Belanda,” ujar legislator senior Partai Demokrat Wajo tersebut.

Selain itu lanjut AD Mayang, DPRD Wajo juga mendorong Bagian Aset Pemda Wajo, agar mensertifikat kawasan situs untuk memelihara bukti sejara tersebut.

“Mudah-mudahan kedepan,  secepatnya dilakukan penandatanganan MOU dengan persetujuan DPRD Wajo sebelum action. Karena bagaimanapun kita harus menjaga dan melestarikan bukti sejarah yang ada di Tosora, Karena tanpa bukti sejarah, dengan sendirinya akan hilang tertelan bumi,” harap AD Mayang. (Adv Humas Protokoler DPRD Wajo)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange