Halo Daerah

At-taubah Peduli Korban Kebakaran di Sumpabaka, Donatur: Semoga Tidak Ada Lagi Bencana Kebakaran

Foto : Penyerahan santunan At-taubah peduli, pada korban kebakaran di Sumpabaka Desa Pasaka, yang diserahkan melalui Kepala Desa Pasaka, Balli Rawang.

HALOSULSEL.COM, WAJO — Masjid At-taubah Pasar Sentral Sengkang menyantuni korban kebakaran di Dusun Sumpabaka Desa Pasaka Kecamatan Sabbangparu, Selasa (18/12/18).

Bantuan dari Masjid At-taubah ini disalurkan melalui pemerintah Desa Pasaka yang selanjutnya diserahkan pada nenek Safareng (75) yang menjadi korban kebakaran pada hari Senin pagi (17/12/18).

Kepala Desa Pasaka, Balli Rawang, mengaku sangat mengapresiasi kepedulian Jamaah Masjid At-taubah dan para pedagang Pasar Sentral Sengkang yang selama ini dikenal memiliki kepedulian yang sangat tinggi pada warga miskin.

“Kami selaku pemerintah desa, tentunya sangat berterima kasih dengan adanya bantuan pada warga kami yang tertimpah musibah. Apalagi saat ini, beliau (Safareng…red) memang sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, agar bisa membangun kembali rumahnya pasca kebakaran,” ungkapnya.

Sementara Nenek Safareng saat dikunjungi kondisinya sangat memperihatinkan, menurut warga, pasca kebakaran Safareng enggan meninggalkan rumahnya yang memang selama ini menjadi tempat satu-satunya berteduh.

Nenek Safareng lebih memilih menginap di balai-balai bambu di depan reruntuhan rumahnya yang sudah gosong menjadi arang tanpa mempedulikan kondisi kesehatannya yang sudah tua renta.

“Kemarin dia menginap di sini (balai-balai bambu…red). Padahal pihak keluarga sudah memanggilnya untuk menginap di rumah mereka. Beruntung Dinas Sosial dan BPBD Wajo telah memberikan bantuan tenda dan tikar serta bantuan lainnya, sehingga ada di tempati berteduh,” ungkap Balli.

Kepada halosulsel.com, Safareng menceritakan, tidak pernah membayangkan musibah yang menimpanya itu. Apalagi kata dia, pada saat terjadi kebakaran dia pergi ke kebunnya. Sementara anak satu-satunya yang tinggal bersamanya keluar bekerja sebagai pengantar air galon.

Safareng juga mengaku enggan meninggalkan rumah karena terbiasa tidur di balai-balai seperti ini.

“Saya sudah biasa tidur dan menginap di rumah kebun, jadi sudah biasa tidur di tempat seperti ini,” katanya.

Safareng pun berterima kasih pada semua pihak baik dari tetangga, pemerintah dan juga para donatur Masjid At-taubah Pasar Sentral Sengkang yang telah memberinya bantuan untuk keperluan sehari-hari.

“Terimakasih semua bantuannya nak, semoga Allah membalasnya,” tutur Nenek Safareng penuh rasa haru.

Atas musibah tersebut, mediator Masjid At-taubah Pasar Sentral Sengkang, Akbar Gunawan berharap lebih banyak lagi dermawan tergerak hatinya untuk membantu korban, Apalagi jika melihat kondisi kehidupan Safareng memang layak untuk dibantu.

“Semoga pembaca bisa tergerak hatinya supaya Safaren banjir bantuan. Karena hakikat bapak Safaren layak untuk dibantu. Dan mewakili donatur tentunya  tidak ada bencana lagi bencana kebakaran di Kabupaten Wajo,” harapnya.

Laporan : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange