halohot

AMIWB dan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Pelepasan Lahan di PTPN XIV Keera

HALOSULSEL.COM,WAJO — Aksi bakar ban dan mendirikan tenda di tengah jalan mewarnai aksi unjuk rasa ratusan warga dan Aliansi Mahasiswa Wajo Indonesia Bersatu (AMIWB) di Jl Poros Palopo – Makassar, tepatnya depan jalan masuk ke PTPN XIV Unit Keera, di Desa Ciromani, Kecamatan Keera, Kamis (3/10/2019).

Aliansi mahasiswa menuntut, agar konflik lahan antara pihak PTPN XIV dengan masyarakat yang berada dilokasi PTPN XIV Keera segera dituntaskan.

“Kami menuntut pelepasan lahan seluas 1.934 ha yang telah disepakati untuk agar dikelola oleh masyarakat agar segera diberikan, sebagaimana kesepakatan 7 tahun lalu,” kata Presiden AMIWB Heriyanto Ardi, yang menjadi orator aksi.

Pendemo juga meminta pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dan pihak PTPN XIV Keera hadir dan menemui para pendemo dan memberikan penjelasan yang kongkrit terkait permasalahan yang ada di PTPN XIV Keera.

Sementara Bupati Wajo DR H Amran Mahmud, yang menemui pengunjuk rasa menyampaikan bahwa pihak PTPN XIV Keera dan masyarakat Kecamatan Keera telah melakukan pertemuan yang dihadiri para Muspida oada 30 September 2019.

Dimana dalam kesepakatan itu, lanjut Amran, kedua belah pihak telah sepakat terkait lahan seluas 1.934 Ha yang menjadi hak masyarakat Kec. Keera sudah diatur sesuai dengan peruntukan atau lokasi yang sudah ada.

“Tapi bilamana ada warga masyarakat Kecamatan Keera yang menduduki lokasi 6.000 Ha yang menjadi kawasan PTPN XIV Keera maka tentu Pemda Wajo akan memfasilitasi masyarakat dan memberikan pembinaan agar dan mencarikan tempat strategis agar bisa menunjang perekonomian,” tegasnya.

Bupati pun meminta masyarakat untuk bersama-sama turun dilapangan bersama tim yang ditunjuk untuk mengawal proses yang sudah disepakati bersama.

“Oleh itu kami sangat berharap kepada AMIWB dan warga masyarakat Kecamatan Keera berlapang dada untuk memberikan akses bagi pengguna jalan agar membuka jalan agar tidak ada yang dirugikan dari pengguna jalan,” harap Amran Mahmud menenangkan warga.

“Kita akan duduk bersama bermusyawarah agar bisa menemukan upaya kongkrit yang baik pada kedua belah pihak.” Tutupnya.(*red)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange