halohot

Bareskrim Polri Ciduk 4 Pelaku Penipuan Pinjaman Online di Pare-Pare dan Wajo

Ketgam: Empat sindikat tersangka penipuan pinjaman online asal Pare-Pare dan Wajo Sulawesi Selatan, dirilis di hadapan media, di Mabes Polri.

HALOSULSEL.COM, JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap empat tersangka yang tergabung dalam sindikat kasus penipuan pinjaman online di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang beromzet ratusan juta rupiah perbulannya.

Keempat orang tersangka terkait kasus ini, diantaranya adalah Abdurahman alias Ambo (28), Sandi (25), Herman (34) dan Taufik (32). Keempat tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, menyebutkan penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Pare-pare dan Wajo, Sulawesi Selatan.

“Adapun korban adalah PT. Finnacel Digital Indonesia (Kredivo) dengan kerugian sekitar Rp500 juta,” kata Rickynaldo dalam keterangan persnya, Senin (23/12/2019).

Lanjut Ricky, kasus ini bermula pada bulan Mei tahun 2019, dimana telah beredar SMS yang mengatasnamakan dari PT Finnacel Digital Indonesia (Kredivo) yang berisi pesan untuk menaikkan limit pinjaman sebesar Rp30 juta-Rp50 juta yang di kirimkan kepada nasabah-nasabah Kredivo.

Selanjutnya pelaku meminta username dan passport akun milik korban melalui nomor WA yang dicantumkan di dalam SMS blasting tersebut yang seolah-olah dari Kredivo.

“Akun korban ini kemudian diambil alih oleh pelaku, dan digunakan untuk melakukan pembelian pulsa pada beberapa market place,” jelasnya.

Selain empat tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu, 13 buah Handphone, 6 Laptop, 5 Port USB, 94 buah Modem, 254 SIM card, uang tunai sejumlah Rp4.550.000, 5 Kartu Debit ATM Bank. Dari keseluruhan barang bukti yang telah disita senilai Rp100 juta.

Ricky menambahkan, pihaknya juga masih memburu satu tersangka lainnya berinisial RH. Bahkan, polisi telah memasukkan sosok yang menjadi otak sindikat tersebut ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari penangkapan ini kami tetapkan 1 DPO dengan tersangka RH yang mana RH merupakan big bos daripada sindikat ini. Kami lakukan pengejaran,” bebernya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 dan/atau Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman pidana 12 Tahun penjara. (*/Red)

Editor : Eka

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange