Halo Daerah

Data Kemiskinan di Sulsel Per Maret 2019 Mengalami Penurunan, Ini Pesan Wagub

HALOSULSEL.COM, MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan Andi Sudirman Sulaiman membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sulsel Tahun 2019 yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (9/12/2019).

Rapat ini juga dihadiri oleh 13 wakil bupati se- Provinsi Sulawesi-Selatan (Sulsel), diantaranya, Wakil Bupati Toraja Utara, Pinrang, Enrekang, Palopo, Sinjai, Bulukumba, Pangkep, Jeneponto, Wajo, Luwu dan Wakil Walikota Parepare.

Rapat koordinasi diselenggarakan dalam rangka peningkatan koordinasi terkait upaya-upaya penanggulangan kemiskinan di Sulsel dan pemanfaatan satu data basis terpadu yang dikelola oleh Kementrian Sosial RI melalui Dinas Sosial masing-masing Kabupaten/Kota dalam rangka penajaman ketepatan sasaran penerima manfaat khususnya penduduk miskin.

Dalam kesempatan itu, Wagub Sulsel Andi Sudirman mengatakan, bahwa jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan Maret 2019 sebesar 767,80 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 24,83 ribu jiwa jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018.

Persentase penduduk miskin juga turun dari 9,06 persen kondisi Maret 2018 menjadi 8,69 persen pada Maret 2019. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode Maret 2018 – Maret 2019.

“Jadi kita harus memverifikasi validasi data terlebih dahulu, dan kita juga meminta agar disisir sampai ke desa untuk memperbaiki datanya kembali. Jika dulunya penerima manfaat, sekarang sudah lepas otomatis berubah datanya, ini yang kita mau,” ucap Andi Sudirman.

Ia juga menambahkan, bahwa sejak menjabat bersama Gubernur Sulsel pihaknya telah memperbaiki data tersebut dan melakukan penyisiran, serta meminta Kadis Sosial untuk membantu falidasi data dan itu terus dilakukan.

Untuk itu, Wagub meminta kepada Kabupaten/Kota untuk lebih aktif lagi. Karena, sebagian dari mereka adalah sentralnya karena dominasi adalah pengusulannya dari bawah.

“Kami berharap agar ada pendekatan dari kepala daerah, Kadisnya untuk turun ke bawah untuk pendampingan mengenai data tersebut minimal random chek,” ungkapnya. (Humas Sulsel/ais)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange