Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Bersama Kuasa Hukum Mukram Sahban Santoso Terlapor. (Photo: Ullah)


HALOSULSEL.COM, MAKASSAR -- Aliansi Mahasiswa Sulsel Bersuara, menggelar unjuk rasa di depan Polrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Kota Makassar Sulsel, Sabtu (30/09/2022).

Aksi unjuk rasa ini mahasiswa ini dipicu karena adanya kejanggalan terhadap penanganan hukum di Polrestabes Makassar, terhadap kasus yang melilit Mukram yang ditahan atas laporan tuduhan  kasus penipuan dan pengelapan.

Pasalnya meski sudah berdamai dengan korban, pelaku masih ditahan di Polrestabes Makassar.

Dalam tuntutannya, koordinator Aliansi Mahasiswa Sulsel Bersuara, Imam Hardiansyah menuding Polrestabes tidak mengedepankan Restoratif Justice penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku. 

"Termasuk korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan," kata Imam.

Sementara itu, kuasa hukum Mukram, Sahban Santoso mengaku jika kliennya masih dilakukan penahanan meski pihaknya sudah melakukan upaya perdamaian dengan pihak korban.

Termasuk lanjut dia, upaya perdamaian sudah dilakukan semenjak Mukram dilaporkan oleh pihak korban sebulan yang lalu.

"Bahkan kami sudah menemui korban di Kampung halamannya di Sidrap dan korban mendatangi Polrestabes Makassar," jelas Sahban.

Kesepakatan perdamaian kata dia, sudah ditandatangani dengan diselesaikan secara kekeluargaan dengan terlapor sudah membayar Rp50 juta dengan menggadaikan sertifikat tanah seharga Rp500 juta, sedangkan korban mengalami kerugian Rp300 juta.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak dikonfirmasi menyebut jika hal tersebut ada kesalahpahaman. 

"Cuma salah paham antara kuasa hukum pelaku dan penyidik, kami sudah mencoba menjelaskan dan akan di pertemukan korban, terlapor dan penyidik," ujarnya. (Ullah)