Keterangan Gambar : Tragedi Kanjuruhan Malang. (Photo net)


HALOSULSEL.COM, MALANG -- Kabar duka datang dari dunia olahraga Tanah Air,. Pada Sabtu (1/10/2022) kemarin, terjadi tragedi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Diketahui ratusan orang tewas dalam kericuhan usai pertandingan tersebut. Informasi terbaru korban tewas telah mencapai 174 jiwa.

"Data BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim pada jam 09.30 tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174," kata Wagub Jawa Timur Emil Dardak seperti dikutip dari detikJatim, Minggu (2/10/2022)

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengungkapkan penyebab besarnya jumlah korban meninggal dunia karena terjadinya penumpukan massa. Penumpukan massa ini menyebabkan banyak orang kekurangan oksigen dan sesak napas.

"Terjadi penumpukan, di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas kekurangan oksigen," kata Nico

Nico mengungkapkan bahwa sebanyak 34 orang di antaranya meninggal di dalam stadion. Sementara itu, korban lainnya meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

"Yang meninggal di dalam stadion ada 34 (orang) kemudian yang lain-lain di rumah sakit pada saat proses pertolongan," ujar Nico.

Selain korban jiwa, kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang juga menyebabkan banyaknya korban luka-luka. Saat ini total ada 11 orang luka berat. Selain itu, ada 298 orang lainnya luka ringan

Tak hanya suporter laki-laki dewasa, dikabarkan ada suporter anak-anak dan perempuan yang turut menjadi korban dalam tragedi ini. (Red)