Keterangan Gambar : Sekda Barru, Abustan saat memberikan sambutan pada pembukaan Avokasi dan Pelatihan Pendataan Penanganan Anak Tidak Sekolah. (Foto: Ullah/Halosulsel)


HALOSULSEL.COM, BARRU -- Angka anak putus sekolah saat ini masih cukup tinggi. Untuk itu, pemerintah harus berperan aktif untuk mendata mengetahui dampak sehingga mereka putus sekolah.

Hal tersebut ditekankan Sekertaris Daerah (Sekda) Abustan, saat membuka Avokasi dan Pelatihan Pendataan Penanganan Anak Tidak Sekolah  di Aulah Bappeda Kabupaten Barru Sulsel, Senin (19/09/2022).

Sekda menyebut, penyebab anak putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi dan banyaknya anak di pekerjakan.

"Anak putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi dan banyaknya anak di pekerjaan oleh orang tuanya, sehingga mereka harus putus sekolah," ujar Abustan.

Untuk mencegahnya, kata Abustan, peran pemerintah sangatlah penting terutama pemerintah setempat, baik itu kepala desa, lurah dan Camat.

"Pemerintah setempat harus melakukan pendataan, memberikan edukasi dan pendekatan sehingga mereka kembali melanjutkan pendidikan,"jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri 46 peserta Avokasi dan peserta Pendataan 28 peserta yang akan berlangsung selama 3 hari.

Di tempat yang sama panitia pelaksana, Asia Andi Pananrangi dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait penanganan anak tidak sekolah untuk kembali bersekolah.

Sebagai implementasi peraturan gubernur (Pergub) tahun 2020 tetang rencana aksi percepatan penanganan anak yang tidak sekolah di Propinsi Sulawesi Selatan.

“Untuk memulai percepatan penanganan anak yang tidak sekolah berbasis kolaborasi ini dimulai dengan penyediaan data Anak Tidak Sekolah (ATS), sehingga pelatihan harus dilakukan guna memenuhi data yang akurat yaitu by name by address khususnya di Kabupaten Barru,"ungkapnya Andi Pananrangi.

Kegiatan ini dihadir Fungsional Perencanaan Madya Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan Febriani,LPP Bone Dr Asia A Paranrangi, UNICEF Suryanto Fadma, Kaurbin Opsnal Satbinas IPDA Asmadil.(Ullah)