halohot

Diajak Duel Karena Tak Bayar Utang, Pemuda di Wajo Parangi Sipenagih Utang

Ketgam: Arisman (25) pelaku pemarangan di Desa Simpellu Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, saat diserahkan oleh pihak keluarga ke Polisi.

HALOSULSEL.COM, WAJO –– Polsek Urban Pitumpanua mengamankan pelaku penganiayaan berdarah di Desa Simpellu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Adalah Arisman (25), diamankan polisi karena memarangi lelaki bernama Asis (40) setelah sebelumnya diajak duel parang dengan korban.

Kapolsek Pitumpanua, AKP Kasman Parudik mengungkapkan, kejadian bermula dari ketersinggungan saat korban datang menagih utang di rumah pelaku, Rabu (3/6/2020) malam.

“Awalnya, korban Asis datang ke rumah pelaku Arisman untuk menagih utang, tapi pelaku mengatakan, saya bayar kalau ada uang,” ungkap AKP Jasman Parudik, Kamis (4/6/2020).

Merasa kesal, korban yang telah berkali-kali menagih itupun naik pitam dan mengajak Arismang berduel dengan menggunakan parang.

Ajakan duel Asis ini ternyata tidak cuma sekali, karena ketika pulang ke rumahnya, Asis kembali menelpon Arismang untuk memastikan dirinya siap melayani ajakan duelnya itu. Hingga akhirnya ajakan duel tersebut diterima pelaku.

“Korban (Asis) pulang setelah itu korban menelpon pelaku (Arismang) mengajak pelaku baku parang dan hingga keduanyapun janjian untuk duel parang,” tambahnya.

Setelah tempat duel disepakati di tempat sepi. Asis yang duluan tiba di TKP rupanya telah menunggu di atas motornya. Tak lama berselang pelaku datang dan tanpa banyak bacot langsung mencabut parang dan menebas Asis.

“Pelaku langsung mencabut parang dan menebas korban sebanyak satu kali dan mengenai bagian muka. Sehingga korban langsung jatuh bersama dengan motornya. Setelah itu pelaku lansung lari ke arah persawahan,” katanya.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Sementara pelaku sendiri, telah diamankan setelah pihak Polsek Pitumpanua berkordinasi dengan Kepala Desa Simpellu sehingga pihak keluarga menyerahkan pelaku.

Akibat perbuatannya, pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu disangkakan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. (*/busyairi)

Editor: Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange