Halo Daerah

Empat Warga Pangkep Dalam Pemantauan Virus Corona, Masyarakat Diminta Tidak Panik

KETGAM : Tim Penangan Corona Pangkep, dr Annas menggelar jumpa pers

HALOSULSEL.COM, PANGKEP — Warga Pangkep digegerkan dengan adanya informasi virus corona. Namun, informasi tersebut dibantah juru bicara tim penanganan corona Pangkep, dr Annas.”Hoax. Hingga saat ini belum ada corona di Pangkep,”ujarnya.

dr Annas mengaku, Rumah Sakit Batara Siang (RSBS) Kabupaten Pangkep memang sempat merawat sejumlah pasien dengan adanya gejala demam tinggi. Namun, Direktur RSBS itu  hingga hari ini, Rabu, 18 Maret 2020, tak ada satupun warga Pangkep maupun yang dari luar Pangkep yang bekerja di Pangkep positif Corona.

“Memang ada tujuh pasien yang kita rawat dengan gejala demam tinggi dan gangguan saluran pernafasan. Tapi setelah diperiksa lebih jauh, tak ada satupun yang positif Corona,” tegasnya saat menggelar konferensi pers di kantornya.

Dari tujuh pasien tersebut, RSBS memastikan tiga pasien negatif Corona. Sedangkan empat lainnya berstatus orang dengan pemantauan (ODP).

“ODP ini belum terpapar virus Covid-19. Kita sudah mengambil sampelnya dan ternyata negatif. Mereka mengalami sejumlah penyakit infeksi saluran kencing, tifus hingga radang tenggorokan sehingga demam,” kata Annas.

Terkait pemberian status ODP, dia mengatakan hal ini diambil sebab keempat PDP tersebut memiliki rekam jejak pernah melakukan perjalanan ke sejumlah tempat yang memiliki kasus Corona.

“Empat ODP itu sudah dipulangkan ke rumah masing-masing untuk mendapat perawatan karena kondisinya prima. Meski begitu, tim di tingkat puskesmas tetap mantau par ODP tersebut selama 14 hari sesuai protap yang diberlakukan kemeneterian kesehatan terkait penanganan COVID-19,” katanya lagi.

Dia pun meminta masyarakat untuk tenang dan tak panik dalam menyikapi virus Corona. Sebab Pemerintah saat ini tengah sigap untuk melakukan pencegahan dan penularan wabah penyakit tersebut.

“Yang utama saat ini adalah budayakan hidup bersih dimulai dengan biasakan cuci tangan dengan sabun, membatasi interaksi di luar ruangan atau tempat keramaian hingga tidak menimbulkan kepanikan terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Terkait klasifikasi penanganan virus Corona di Pangkep, Annas mengatakan orang dengan gejala demam tinggi belum bisa disimpulkan terjangkit virus COVID-19. Sebab, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum menentukan orang terjangkit.

“Memang kita melihat gejala awalnya terlebih dahulu. Kemudian dilakukan pemeriksaan. Kalau ada indikasi perjalanan ke tempat yang sudah terpapar Corona maka akan lakukan ujicoba lab dengan statusnya menjadi ODP. Kalau negatif, tidak langsung dibiarkan berkeliaran bebas, melainkan akan dilakukan pemantauan selama 14 hari. Jika dalam 14 hari gejalanya masih muncul statusnya akan masuk ke tahap pengawasan dan dilakukan tes kembali untuk dirujuk ke Rumah Sakit rujukan yang memang ditugaskan menangani virus Corona di Makassar,” kata dia. (Int)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange