halohot

IRT di Wajo Selamat Dari Kebakaran, Tapi Rumah dan Uang Tunai Rp 30 Juta Serta Emas Ludes Terbakar

Ketgam: Korban Hj Nise yang mengalami luka bakar saat rumahnya dilalap si jago merah.

HALOSULSEL.COM, WAJO — Hj Nise (50) hanya bisa meratap pedih. Tatapannya terlihat kosong melihat pundi-pundi rumahnya habis dilalap si jago merah.

Tak pernah terlintas sedikitpun dibenak
Ibu rumah tangga (IRT) di Dusun Bajoe Desa Lacinde Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo ini.

Keinginan untuk membuat sajian makanan buka puasa untuk keluarga, berubah jadi petaka setelah rumah panggung miliknya rata dengan tanah, Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kapolsek Pitumpanua, Kompol Jasman Parudik, melalui rilis tertulisnya mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, korban Hj Nise saat itu sedang memasak nasi di dapur dengan menggunakan dua buah kompor dan dua buah gas tiga kilo gram.

Namun belum juga nasi yang dinanaknya masak, tiba – tiba salah satu kompor yang digunakan padam karena kehabisan gas, sehingga korban langsung mengganti tabung gas tersebut.

“Namun saat mengganti tabung, korban tidak memadamkan kompor yang satunya. Sehingga ketika selang tabung gas yang dianggapnya habis itu tadi dia buka, tiba-tiba gas menyembur keluar ke kompor yang masih menyala tadi,” ungkap Kompol Jasman.

Akibatnya, kata dia, api langsung menjalar dan membesar sehingga tabung gas meledak.

“Korban sebenarnya sempat berusaha memadamkan api, namun api tambah membesar,” katanya.

Ketgam: Nampak Tim Damkar bersama warga berusaha memadamkan api pada peristiwa kebakaran yang terjadi di Dusun Bajoe Desa Lacinde Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.

Untungnya, lanjut Kompol Jasman, suaminya Mase, yang saat itu berada di samping rumah ketika mendengar teriakan minta tolong sang istri, segera naik ke atas rumah dan menarik tubuh korban sehingga selamat dari kobaran api.

“Nyawa korban berhasil diselamatkan. Tapi Nise mengalami luka bakar pada kedua kaki, kedua tangan dan wajah. Korban sudah kita bawa ke RSU Siwa untuk dirawat,” tambahnya.

Warga sekitar yang berdatangan membantu memadamkan api tak bisa berbuat banyak, begitupun dengan tim Damkar. Apalagi rumah yang terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar.

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Sajoangin ini menjelaskan, selain satu unit rumah panggung. Uang tunai milik korban sebesar Rp 30 juta rupiah dan emas seberat 10 gram serta 2 buah handpone juga ludes terbakar.

Begitupun dengan alat-alat perabotan rumah tangga dan 200 kg jagung sudah panen juga habis jadi debu.

“Teman-teman masih melakukan olah TKP, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah,” sambungnya.

Atas peristiwa ini, Kapolsek Pitumpanua inipun mengimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati saat memasak. Terutama pada bulan suci Ramadhan, agar selalu mengecek dapur sebelum keluar atau pergi shalat tarawih.

“Diduga kebakaran terjadi akibat kelalaian pemilik rumah yang tidak memadamkan api salah satu kompor gas yang digunakan memasak sebelum mengganti tabung yang gas yang satunya. Tentu kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” imbaunya. (Bus)

Editor: Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2018 HALOSULSEL.COM.

To Top
error: Konten dilindungi !