halohot

Kecewa Ganti Rugi Lahan Tak Dibayar, Warga Segel Bendungan Paselloreng

Ketgam: Warga di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo akhirnya menutup proyek pembangunan Bendungan Paselloreng.

HALOSULSEL.COM, WAJO — Proyek pembangunan Bendungan Paselloreng, di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, disegel warga, Kamis (26/9/2019) sore.

Tidak hanya menyegel ratusan warga juga meminta seluruh pekerja proyek keluar dari lokasi pengerjaan Bendungan Paselloreng, lalu menggembok palang di jalur utama, serta membentangkan spanduk bertuliskan “disegel”.

Aksi tersebut dilakukan sebagai buntut kekecewaan ratusan warga lantaran pembayaran ganti rugi lahan yang dijanjikan tak kunjung terbayarkan.

“Kami segel sampai ada pembayaran ganti rugi berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat, tidak boleh ada pekerja melakukan aktivitas sebelum adanya pembayaran ganti rugi,” tegas salah satu tokoh masyarakat Gilireng Andi Suluh.

Sebelumnya, pihak ATR/BPN Kabupaten Wajo telah menyalurkan ganti rugi sebanyak 121 bidang lahan.

Namun, hal itu justru mengundang protes dari masyarakat. Pasalnya, dari 368 undangan yang disebar hanya 121 yang terbayarkan. Masih ada 247 bidang lahan yang belum terbayarkan.

“Tidak jelas berapa bidang yang dibayarkan hari ini, kenapa nama-nama yang dibayarkan tidak sampai ke desa. Kalau memang yang dibayarkan 121 bidang kenapa 368 bidang mendapatkan undangan,” tambah Andi Rusdi.

Olehnya pihak LMAN, PPK Pengadaan Tanah, ATR/BPN, masyarakat Kecamatan Gilireng dan Ketua Dewan Adat pun membuat surat pernyataan yang berisi, pembayaran ganti rugi lahan Bendungan Paseloreng.

Ganti rugi selanjutnya akan dibayarkan pada bulan Oktober 2019, dengan ketentuan berkas dari ATR/BPN Kabupaten Wajo telah diselesaikan dalam 5 hari kerja sesuatu ketentuan yang berlaku.

Namun meski telah membuat surat pernyataan, masyarakat tetap menyegel proyek yang dimulai dikerjakan pada Juli 2015 lalu.

Sementara Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Wajo, Sappang Allo mengatakan, masih ada berkas yang perlu dilengkapi untuk 247 bidang yang tersisa.

“Untuk bidang yang belum dibayarkan sebanyak 247. Masyarakat diharapkan untuk bersabar karena ATR/BPN terus melakukan perbaikan kelengkapan berkas yang kurang, dan kami membuka sekretariat di Kantor Camat Gilireng agar masyarakat mendapatkan informasi yang cukup,” katanya.

Pembayaran ganti rugi lahan kini menggunakan sistem yang berbeda.

Pencairan dana ganti rugi dibayarkan dalam bentuk buku tabungan yang nantinya bisa langsung dicairkan di Bank BRI.

Ganti rugi dibayarkan kepada pemilik 121 bidang tanah dengan luas 593.253 M2 total uang yang dibayarkan sebesar Rp. 16.521.203.700. (Aby)

Editor : Eka

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange