Halo Budaya

Luar Biasa, Desa Maccolliloloe di Wajo Masih Lestarikan Budaya Gotong Royong

HALOSULSEL.COM, WAJO — Gotong royong merupakan salah satu budaya masyarakat Indonesia, terutama masyarakat pedesaan. Namun seiring berjalannnya waktu budaya ini hampir luntur.

Masyarakat desa sudah mulai terpengaruh budaya modern, tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap budaya ini semakin berkurang.

Sehingga saat ini, tak jarang kita jumpai aparat pemerintahan, baik itu Camat, Lurah atau Kepala Desa turun melakukan kegiatan pembersihan. Namun didalam kegiatan itu yang terlibat didalamnya hanya pegawai dalam jajaran itu. Masyarakat hanya sebagai penonton.

Lebih mirisnya lagi. Terkadang lurah atau camat sudah turun dalam selokan, rela mengotori pakai dinasnya. Warga yang melihat bukannya datang membantu, malah cuma foto-foto.

Ketgam: Tak mau kalah, kaum emak-emak pun turun ke jalan membersihkan jalan desa.

Menyadari hal itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Desa Maccolliloloe menumbuh lestarikan semangat gotong royong di desa, dengan aktif mengajak seluruh warga masyarakat untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

Kepala Desa Maccolliloloe, Hj Siswati mengatakan, semangat gotong royong ini menjadi landasan untuk memberdayakan dan mensejahterakan warganya.

“Karena dengan gotong-royong berbagai permasalahan dalam kehidupan bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, melalui berbagai pendekatan, sehingga sampai saat ini semangat gotong royong masyarakat desa Maccolliloloe masih terjaga.

Baik itu kegiatan pembangunan fasilitas umum, pemeliharaan lingkungan sekitar, ronda malam, kerjabakti membersihkan mesjid dan membersihkan lingkungan sekitar, hingga menolong orang sakit.

Seperti yang tergambar hari ini, ratusan warga masyarakat Desa Maccolliloloe dari berbagai elemen turun ke jalan bergotong-royong membersihkan jalan desa.

Sebagai kepala pemerintahan di desa tersebut, Siswati pun mengaku bangga dan sangat mengapresiasi semangat kebersamaan warganya, yang di jiwanya masih tertanam semangat gotong royong yang mugkin di desa lain budaya ini sudah mulai luntur akibat pengaruh budaya luar.

“Saya juga berharap agar budaya gotong-royong ini dapat terus terjaga dan dilestarikan warga Desa Maccoliloloe. Semangat gotong-royong ini tidak boleh kita hilangkan karena ini adalah identitas masyarakat pedesaan. Dan tidak bisa kita pungkiri, kemajuan pembangunan di suatu desa tidak lepas dari semangat kebersamaan masyarakatnya,” harap Siswati.(BS)

Editor: Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2018 HALOSULSEL.COM.

To Top
error: Konten dilindungi !