Advertorial

MUI Wajo: Shalat Ied di Rumah Aja

Ketgam : Bupati Wajo Amran Mahmud bersama Ketua MUI Cabang Wajo KH Yunus Pasanreseng

HALOSULSEL.COM, WAJO — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kabupaten Wajo Minta Masyarakat tetap melaksanakan ibadah di rumah, untuk cegah penyebaran Covid-19

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Wajo, KH Yunus Pasanreseng meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan ibadah di rumah, ini menyusul viralnya postingan Muballig yang memposting rencana Shalat Idhul Fitri di Pelataran Sallo Mall pada Ahad (24/5/2020)

KH Yunus Pasanreseng melalui pesan Watshapnya menanggapi hal itu, dan tidak membenarkan hal tersebut, karena surat edaran bupati tidak pernah dianulir (berjamah dilapangan Red) sampai saat ini.” Ujar Guru Besar As-adiyah ini.

Menurutnya, keputusan untuk tidak melaksankan ibadah di masjid dan di lapangan telah diputuskan sebelumnya pada pertemuan kordinasi antara pemerintah Kecamatan Tempe dengan pengurus masjid di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo.

“Bukan cuma MUI, tapi semua ormas Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Dewan Masjid, Pesantren Asadiyah
Dan lain lain memutuskan seperti itu,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Rektor As Adiyah itu masyarakat sebaiknya tetap mematuhi hasil pertemuan kordinasi antara pemerintah Kecamatan Tempe dengan pengurus masjid di ruang pola kemarin.

“Mari kita mematuhi surat edaran bupati yang sampai hari ini belum pernah dianulir,” tekannya.

Terpisah Bupati Wajo Amran Mahmud yang ditemui, meminta masyarakat untuk tetap patuh, menurutnya keputusan meniadakan berjamaah dan dan Shalat Idhul Fitri di masjid dan di Lapangan itu juga sudah sesuai hasil Vicon Gugus Tugas Sulsel dengan Kepala Lembaga dan Menteri RI, pada tanggal 18 Mei 2020.

Menurutnya, rapat Vidcom Gugus Tugas Sulsel dipimpin Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang sekaligus selaku Ketua Umum tim Gugus Tugas pengananan Covid 19 Sul-Sel bersama Menkopolhukam RI dan seluruh jajaran dalam rapat Gugus Tugas se-Indonesia dalam rangka percepatan penanganan Covid 19. Memutuskan untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri dilaksanaan dirumah.

“Kagiatan ini juga diikuti Pangdam XIV Hasanuddin, Ketua Harian 1 gugus tugas Prov Sulsel, Kapolda Sulsel, Kabinda Sulsel, Kajati Sulsel, Kepala Dinkes Prov Sulsel, Asisten III Prov Sulsel dan Kepala BPBD Prov Sulsel,” terangnya.

Menurut Bupati Wajo, Secara Yuridis, kegiatan keagamaan yang dilakukan dimasa Pandemic, massif dilarang sebagaimana dituangkan dalam Permenkes No 9 tahun 2020.

“Untuk itu diputuskan, pemerintah meminta agar keputusan tersebut tidak dilanggar,” harapnya.

Bahkan menurutnya guna mensosialisasikan hal itu, Forkopimda Kabupaten Wajo telah melakukan sosialisasi dan kampanye agar sholat Ied dilakukan di rumah masing masing.

“Forkopimda TNI-POLRI agar mengantisipasi kemungkinan adanya beberapa kelompok yang memaksa melakukan kegiatan Sholat Ied, sehingga tetap mempersiapkan protokol kesehatan,”Jelasnya

Salah satu alasan pemerintah menurutnya jika hal tersebut dilakukan dapat memungkinkan penularan Covid-19 secara massif.

“Intinya, keputusannya adalah secara Yurisdiksi kegiatan keagamaan yang bersifat mengumpulkan orang tidak diaksanakan guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19,” tuturnya

Ia menambahkan keputusan meniadakan shalat berjamaah di masjid dan Adhul Fitri di Masjid dan dialpangan lapangan adalah sebuah keputusan yang sangat berat

“Dalam hati nurani saya, saya ingin melihat kondisi masyarakat selalu baik, walaupun ini adalah keputusan yang sangat berat dan juga menyakiti hati saya namun apa boleh buat ini juga demi untuk kebaikan kita bersama,” kata Bupati Wajo.

Dirinya berharap keputusan pemerintah tersebut dapat didukung oleh semua pihak

Sebelumnya meski pemerintah melarang namun viral foto di Medsos yang di unggah oleh muballig untuk mengajak masyarakat untuk melaksanakan shalat Idul fitri meski akhirnya dibatalkan. (Adv)

Editor : Zahar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange