Halo Citizen

OPINI : Kegaduhan Penanganan Pasien 01

Ardiansyah Rahim

Oleh Ardiansyah Rahim*

PENANGANAN pasien 01 yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test tanggal 8 April 2020 di RSUD Siwa telah menimbulkan kegaduhan yang tak berkesudahan, hingga pasien 01 dijemput kembali pihak RSUD Siwa setelah pemeriksaan swab kedua dinyatakan positif pada 18 April 2020.

Menelusuri sumber kegaduhan ini sebenarnya berawal dari beredarnya informasi timeline kronologis perjalanan pasien 01 hingga dinyatakan positif melalui pemeriksaan Rapid Test. Timeline kronologis yang bersifat rahasia dan tertutup yang disusun tim GTPP Covid-19 Kec. Pitumpanua merupakan tindakan tepat untuk melakukan tracing contact atau penelusuran kontak pasien 01 guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 lebih luas. Menjadi bermasalah karena dokumen yang secara jelas menyebutkan identitas pasien 01 pada akhirnya tersiar ke publik.

Penyebaran identitas pasien 01 menyalahi ketentuan kerahasian pasien sebagaimana diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan diantaranya UU No. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran, UU No.36/2009 tentang Kesehatan, UU No. 42/2009 tentang Rumah Sakit dan UU No. 44 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Publik.

Kegaduhan berlanjut seiring tersiarnya hasil pemeriksaan swab pasien 01 dinyatakan negatif yang diinformasikan secara langsung oleh Bupati Wajo sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GTPP Covid-19) Kabupaten Wajo kepada pasien 01 melalui percakapan video conference pada 13 April 2020. Tindakan Bupati dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya sebagai upaya memberikan semangat dan dukungan moral bagi pasien 01 melewati masa-masa sulit menghadapi Covid-19. Namun menjadi soal ketika percakapan itu kemudian terungkap ke publik sehingga kondisi pasien 01 akhirnya menjadi rahasia umum.

Merujuk dari Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) terbitan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, pemeriksaan swab bagi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dilakukan minimal dua kali dan bahkan bisa lebih, jika kondisi pasien mengalami pemburukan. Informasi buku pedoman ini kemudian terkonfirmasi dari keterangan Direktur RSUD Siwa, yang menyampaikan bahwa swab pasien 01 akan diperiksa untuk kedua kalinya guna memastikan apakah pasien 01 tidak terpapar Covid-19 atau sebaliknya.

Tidak heran jika muncul pertanyaan banyak pihak atas dasar apa hasil pemeriksaan swab itu disampaikan ke publik. Apakah berdasarkan penyampaian resmi dari laboratorium pemeriksa Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo dan RSUD Siwa sebagai pengirim spesimen, ataukah jangan-jangan hanya berdasarkan potongan informasi yang mencantumkan nama pasien 01 dan pasien yang dirawat di RS. Stella Maris yang beredar luas di berbagai platform media sosial.

Pengiriman spesimen swab kedua pasien 01 ke BBLK Makassar pada tanggal 14 April 2020, dan keluarnya pasien 01 dari RSUD Siwa tanggal 16 April 2020, merupakan dua peristiwa yang kemudian menimbulkan kegaduhan baru. Hasil pemeriksaan swab pada tanggal 18 April 2020 menunjukkan bahwa pasien 01 terinfeksi Covid-19. Sehingga pemulangan pasien 01 tanpa menungu hasil swab kedua dikritisi berbagai pihak termasuk anggota dewan, yang menganggap bahwa pemulangan pasien 01 sebagai tindakan tidak prosefesional hingga pernyataan bahwa pemerintah kabupaten Wajo telah kehilangan kepercayaan masyarakat dalam penanganan Covid-19. Kritik anggota dewan merupakan hal lumrah sebagai bagian dari fungsi pengawasan, apalagi untuk penanggulangan penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Wajo bersama pemerintah Kabupaten Wajo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.23.750.171.179 untuk penanggulangan penanganan Covid-19 melalui Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran.

Kritik atas kinerja pemkab ditanggapi juru bicara GTPP Covid-19 bahwa penanganan pasien 01 menurut keterangan Plt. Kepala Dinas Kesehatan sudah sesuai dengan Protokol Kesehatan yang membolehkan pasien melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan swab yang kedua. Tanggapan juru bicara GTPP Covid-19 terkesan sebuah apologi yang tidak menjernihkan permasalahan. Pemulangan pasien yang sementara proses penyembuhan hanya dimungkinkan karena alasan; tempat tidur perawatan RSUD Siwa tidak cukup tersedia karena banyaknya pasien yang dirawat hingga menumpuknya daftar tunggu pasien yang memerlukan perawatan. Faktanya selain pasien 01 tidak ada pasien lain yang dirawat sekaitan dengan Covid-19. Jika pun pasien 01 bersikeras melakukan karantina l mandiri, pihak RSUD Siwa yang paham dan berkompeten mengenai ancaman penularan wabah Covid-19 ini, secara bijak bisa meyakinkan pasien 01 untuk tetap dirawat di rumah sakit hingga keluarnya hasil pemeriksaan swab kedua, dan dinyatakan benar-benar sembuh.

Tanpa memenuhi alasan diatas, muncul dugaan bahwa pemulangan pasien 01 karena pihak RSUD Siwa sudah terlalu lelah menanganinya, di tengah arus pemberitaan Covid-19 dengan tema utama pembicaraan penanganan pasien 01. Atau bisa juga karena pihak RSUD Siwa meyakini bahwa pemeriksaan swab kedua hasilnya akan sama dengan pemeriksaan pertama. Apalagi jika muncul pemikiran bahwa hasil pemeriksaan swab membutuhkan waktu cukup lama seperti pada saat pemeriksaan swab yang pertama. Sehingga pemulangan pasien 01 tanpa menunggu hasil pemeriksaan swab kedua menjadi pilihan.

Semoga penanganan pasien 01 menjadi pelajaran penting bagi kita semua dalam penanggulangan penanganan Covid-19 kedepannya, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Dan tentun kita berharap bahwa tim GTPP Covid-19 dapat bekerja secara maksimal sehingga daerah kita terbebas dari ancaman penularan pandemi Covid-19. Amin.(*)

Sengkang, 21 April 2020

*Mantan Anggota DPRD Wajo

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2018 HALOSULSEL.COM.

To Top
error: Konten dilindungi !