Halo Polisi

Sabu dan Ganja 6,4 Kg Dimusnahkan, Empat Tersangka Diamankan Polisi

Foto : Empat tersangka penyalahgunaan narkotika sabu dan ganja 6,4 kg dihadirkan pada pemusnahan barang bukti di Poltabes Makassar

HALOSULSEL.COM, MAKASSAR — Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu 1,8 kilogram dan ganja seberat 4,6 Kg.

Narkoba dimusnahkan di halaman Kantor Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Kota Makassar, Rabu (24/10) siang. Pemusnahan menggunakan alat insinerator milik Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Barang bukti tersebut didapat dari
empat orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja yang sebelumnya berhasil yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar,
pada 6 September 2018, sekira pukul 05.00 Wita.

Untuk diketahui, kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan pelaku Sugiman bin Muh Said, pada 6 September 2018, sekira pukul 05.00 Wita.

Sedangkan untuk kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan tiga tersangka Alam Jaya bin Bahtiar, Arjun Bin Abdul Rahim, dan Tri Apriyadin, pada 30 Agustus 2018 di Jalan Landak Baru, sekira pukul 12.00 Wita.

“Untuk yang dimusnahkan hari ini yaitu dari tersangka Sugiman yang ditangkap di Jalan Hati Rela kota Makassar dengan barang bukti sabu 1,8 kilogram sabu. Dan tiga tersangka lainnya yang diamankan di Jalan Landak Baru, dengan barang bukti 4,6 Kg ganja,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat konferensi pers di Mako Polrestabes Makassar, Rabu (24/10/18).

Selain itu, dari penangkapan tersangka pada kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, Satres Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan salah satu karyawan jasa pengiriman barang yaitu JNE.

“Sejauh ini kami sudah melakukan koordinasi baik dengan semua jasa pengiriman dan kami sepakat bahwa ini adalah oknum yang diberi bayaran melebihi gajinya,” lanjut mantan Wakapolres Wajo ini.

Dikatakan Diari, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman pada kasus tersebut terutama pada pengembangan tersangka. Pasalnya, barang bukti tersebut berasal dari Medan.

“Karena kami tidak ada bandara dan pelabuhan, jadi kami perketat pengawasan di jasa pengiriman barang. Setelah ini kami limpahkan berkas perkara ke pengadilan,” pungkas Diari.

Terhadap pelaku, dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Laporan : One

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange