Halo Politik

Tanpa Atribut Partai, Nurhasan Pede Bertarung di Pilkada Maros

HALOSULEL.COM, MAROS — Sikap optimis ditunjukkan Bakal Calon Bupati Maros, Nurhasan. Meski tanpa atribut partai Nurhasan tetap pede bertarung memperebutkan kursi nomor satu di Maros.

Sebagai bukti keseriusan untuk bertarung pada bursa pilkada Maros tahun 2020, Nurhasan resmi mengembalikan formulir pendaftaran di sekretariat Partai Golkar, di Kecamatan Turikale, Maros pada Jumat siang.

Nurhasan tiba bersama puluhan simpatisannya menggunakan roda empat, disambut mesrah oleh Ketua DPD II Golkar, Andi Patarai Amir beserta Ketua penjaringan Partai Golkar Anwar Abdullah.

Kepada Awak media, Bacabup Maros Nurhasan menyampaikan pengembalian formulir ini sebagai bentuk keseriusan untuk bertarung pada Pilkada Maros nantinya.

“Alhamdulillah kita tunjukan hari ini udah mengembalikan formulir di Partai Golkar. Langkah-langkah konsolidasi kebawah juga sudah kita lakukan meskipun tidak memakai atribut tapi mungkin Oktober ini kita juga memasang atribut,”jelas Nurhasan.

Dikatakan Nurhasan meskipun sejauh ini belum memiliki atribut maupun alat peraga, namun dari beberapa lembaga survei yang rilis dirinya masih kuat bertahan pada urutan tiga besar.

” Dari beberapa lembaga survei yang rilis, kita tidak pernah keluar dari empat maupun tiga besar, meskipun belum ada atribut dan alat peraga, paling tidak alhamdulillah investasi masa lalu masih adalah, artinya tidak ada yang sia sia. Mungkin 2010 belum terpilih kemudian 2015 terpotong tengah jalan, tapi ya Alhamdulillah dari lembaga survei yang muncul lumayanlah,”ujar Nurhasan.

Nurhasan berharap besar kepada Partai Golkar agar nantinya dapat diusung lansung tanpa koalisi.” Harapan besar bisa diusung lansung oleh partai golkar tanpa koalisi tapi kita tetap mendaftar juga di beberapa partai lainnya,”harapnya.

Nurhasan juga menyampaikan jika dipercaya memimpin Maros, dirinya akan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat seperti kekurangan air bersih.

Karena kata dia, Maros punya dua sumber daya air yang tidak pernah kering meskipun kemarau panjang yakni, Bantimurung dan Lekopancing. Tapi yang mengalir di bawah jembatan Sungai Batubassi hanya sekira 20 persen saja, ini yang dipakai untuk Bosowa, Teh Gelas, saluran irigasi untuk masyarakat Bantimurung dan sebagian digunakan untuk air bersih. Sementara 80 persennya terbuang sia sia di bawah Jembatan Batubassi.

“Ini yang akan kita tawarkan untuk menjawab kekurangan air bersih dan saluran irigasi. Kalau ini dilakukan, Insya Allah di 9 kecamatan baik di wilayah utara maupun barat akan terpenuhi air bersihnya, dan dananya tidak bersumber dari APBD.Ini yang menjadi alasan saya untuk memilih maju sebagai balon Bupati Maros,” tegasnya.(aimi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Konten dilindungi !
Secured By miniOrange